“Berharap …”

Raisya Azzahra
2 min readSep 12, 2020

Kita semua pasti pernah berharap, baik dalam aspek apapun itu. Misalnya, berharap kuliah di perguruan tinggi terfavorit, berharap menang berbagai lomba, berharap mendapat pekerjaan yang layak, berharap lanjut s2 di luar negeri, berharap jadi selebgram yang dalam sehari bisa upload berapa puluh endorse, berharap bisa kenal lebih dekat sama dia tapi sebelumnya belum pernah ketemu, berharap ketemu jodoh secepatnya biar bisa nikah muda, berharap pandemi ini cepet kelar biar bisa hidup bebas tanpa rasa takut tertular virus,

berharap, dan terus berharap.

Berharap itu juga sama seperti sebuah pengandaian.

Jika saya berjodoh dengannya, hidup saya pasti sangat bahagia.

Jika saya kuliah di Harvard, pasti karir saya nanti akan sukses.

Jika saya cantik dan kurus, saya pasti cocok jadi model.

Padahal nyatanya, kata ‘pasti’ di kalimat setelah koma itu dapat dibilang masih ambigu.

Sebenarnya tidak ada yang salah kok dengan berharap. Kamu bisa bebas berharap sesukamu jika hal itu dapat membuat kamu menjadi seseorang yang berusaha lebih giat lagi untuk mencapai harapan-harapan kamu tersebut. Karena dengan adanya harapan, terkadang membuat kamu termotivasi untuk dapat menyusun target-target apa saja dalam hidup yang ingin kamu raih. Tapi, satu yang harus kamu ingat.

“Jangan sampai kamu merasa kecewa jika harapan-harapan kamu itu tidak tercapai atau terwujud.”

Kenapa? Karena sebaik-baiknya kamu menyusun harapan, lalu berusaha keras untuk meraihnya, pada akhirnya tetap saja kamu tidak akan pernah tahu hasilnya akan seperti apa. Namun, hanya Tuhan yang tahu apa hasil akhir dari usaha-usahamu dalam mencapai segala harapanmu tersebut. Bahkan, Tuhan sudah tahu jauh sebelum kamu mempunyai harapan-harapan itu. Dan hanya Tuhan-lah yang tahu apa hasil akhir terbaik untukmu.

Jadi, jangan ragu untuk berharap. Berharaplah sebanyak mungkin, mau itu dikata orang mustahil, atau pikiran kamu sendiri yang mengatakan itu tidak akan mungkin terjadi. Karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, apalagi jika Ia sudah berkehendak.

Maka dari itu, janganlah takut untuk berharap. Lalu berusaha sebisamu untuk mencapainya. Dan yang terpenting, berdoalah dan berikhtiar kepada-Nya. Jika pada akhirnya harapan kamu terkabul, bersyukurlah. Ternyata memang kamu sudah ditakdirkan untuk menerima itu. Namun jika tidak, jangan sampai hal itu membuatmu marah, kecewa, dan juga sedih sampai-sampai kamu merasa segala harapan, usaha, dan doamu itu hanya sia-sia belaka. Kamu juga harus ingat satu hal.

“Tidak semua harapan harus terealisasikan.”

Maka tidak apa-apa jika belum terwujud, perbanyak sabar dan tetaplah berpikir positif.

“Mungkin saat ini belum waktunya, sepertinya Tuhan ingin saya berusaha dan berdoa lebih keras lagi, tenang saja masih banyak harapan-harapan baik lainnya yang sudah menunggumu, dunia belum berakhir kok kalau salah satu dari harapanmu itu belum terwujud.”

Maka dari itu, jangan mudah putus asa ya! Teruslah berharap, tentunya dengan diiringi usaha dan doa!

Semoga Tuhan mengabulkan semua harapan kita. Aamin …

❤❤❤❤

--

--

Raisya Azzahra

mencoba mengekspresikan perasaan dengan untaian kata-kata.