“Sebuah Pesan …”

Raisya Azzahra
1 min readFeb 2, 2021

Dia sibuk dengan dunianya, namun di belakang ada keluarga yang selalu memberikannya dukungan. Dia memang tidak banyak bicara dan mengeluh, namun peluh keringatnya menandakan betapa besar pengorbanan untuk keluarganya. Terkadang dalam diamnya itu, aku tahu dia selalu mendoakan dirinya dan keluarganya. Aku juga bisa merasakan bahwa dia sangat mencintai keluarganya.

Tetapi malam itu, aku menangis karenanya. Perasaanku tidak bisa kutahan lagi. Aku merasa sudah selalu berusaha untuk mengerti kondisi dirinya. Dan malam itu aku sangat merindukan sosok dirinya. Sudah beberapa waktu kemarin, aku merasa seakan akan sosok dirinya hilang dan sudah tidak seperti dulu lagi. Bukannya aku egois atau tidak mengerti kondisi dirinya yang sangat sibuk. Aku hanya ingin minta waktu luang sebentar saja dengan dirinya. Apakah dia bisa menyadari perasaanku?

Dalam dinginnya malam, aku merasa tidak sendiri. Rintik hujan dan hembusan angin menemaniku malam itu. Aku berbisik dan mencoba untuk memberi pesan kepada angin,

“Aku rindu kala waktu bercerita denganmu ayah, jadi kapan ayah ada waktu untukku?”

Hanya itu yang dapat aku sampaikan, tidak banyak kan? Namun disini aku sangat berharap semoga Tuhan juga mengamini pesan yang kusampaikan kepada angin di malam itu. Aamin …

--

--

Raisya Azzahra

mencoba mengekspresikan perasaan dengan untaian kata-kata.